M. Ikhsan & Visi Lampung Tengah 3G: Go Digital, Go Public, Go Global

1251
views
H. Muhammad Ikhsan, SE

Sosoknya tinggi besar, penampilannya sederhana, sedikit bicara dan lebih suka bekerja di lapangan. Selama lebih dari tiga dekade ia fokus membangun bisnis, jauh dari hiruk-pikuk panggung politik, dan tak bersentuhan dengan politik praktis. Karena itu, ketika banyak orang; keluarga, sahabat dan para tokoh dari Lampung Tengah, sejak dua tahun lalu, mendorongnya maju sebagai calon Bupati Lampung Tengah 2020-2025, ia dipaksa situasi untuk berkontemplasi dan menimbang dengan matang, haruskah terjun ke dunia politik? Lalu, berangkat umroh ke Tanah Suci untuk memohon petunjuk Allah SWT.

NNamanya H. Muhammad Ikhsan, SE, putra daerah Lampung Tengah kelahiran Terbanggi Besar, yang sukses berkiprah sebagai pengusaha properti dan elektronik di Ibu Kota Jakarta. Kendati menetap dan berbisnis di Jakarta, ia kerap pulang ke kampung kelahirannya, dua atau tiga bulan sekali untuk berdoa di makam orang tua, membantu pembangunan sejumlah masjid dan menyantuni anak yatim piatu.

Hidayah itu akhirnya datang setelah Ramadhan berakhir dan Idul Fitri 1440 hijriah tiba. Seketika ia terkenang sosok ayahandanya, almarhum H. Mohammad Hayat, mantan Kepala Kampung Terbanggi Besar, yang mewariskan kepemimpinan dan kecintaan kepada kampung halaman dan kepada daerahnya.

H. Muhammad Ikhsan bersama istrinya, Hj. Merry Gunawan dan puteri-puteri.

Sekelebat muncul di hadapannya, seakan-akan sang ayah hadir dan memanggilnya untuk pulang kampung. Begitu juga kakeknya dan buyutnya, bermunculan dalam bayang-bayang samar. Peristiwa singkat itu menjadi penanda, bahwa ia “dipanggil” oleh orang tua dan para leluhurnya untuk pulang kampung dan membangun Kabupaten Lampung Tengah.

Tak hanya sampai di situ. Saat mudik untuk berlebaran di kampung kelahiran, pekan lalu, ia mendapati gelombang dukungan padanya semakin meluas. Selain dari keluarga, sahabat, tokoh tani, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda, dukungan juga mengalir dari teman-temannya semasa sekolah di Bandarjaya dan sejumlah komponen masyarakat Lampung Tengah. Semua menyatakan dukungan dan mendoakan M. Ikhsan menjadi Bupati Lampung Tengah 2020-2025.

“Terima kasih dukungan Bapak/Ibu, para tokoh, alim ulama, sahabat, teman dan keluarga. Saya lahir dan dibesarkan di Terbanggi Besar. Kemajuan Lampung Tengah menjadi tanggung jawab kita semua. Saya akhirnya ambil keputusan pulang kampung untuk membangun Lampung Tengah, karena panggilan orang tua dan para leluhur. Saya gelisah tentang masa depan daerah kita, masa depan warga kita yang masih miskin, masa depan pemuda-pemudi kita yang masih banyak menganggur. Saya datang membawa solusi. Yuk, kita bangun Lampung Tengah yang kita cintai” tutur Muhammad Ikhsan di hadapan warga dan para tokoh yang menyambanginya dalam silaturahmi Idul Fitri di nuwo tuho di Kampung Terbanggi Besar.

Menyingkap Visi “Lampung Tengah 3G”

PPagi itu, H. Muhammad Ikhsan ngobrol banyak tentang visinya membangun Lampung Tengah dengan warga dan para tokoh. Ikhsan mengemukakan pandangannya, bahwa ia bersyukur pemerintah pusat telah membangun jalan tol hingga melintasi sejumlah kecamatan di Lampung Tengah, yang kini terasa manfaatnya melancarkan akses orang, barang dan jasa dari Lampung ke Ibu Kota Jakarta dan sebaliknya. Tentu berdampak positif bagi perekonomian Lampung Tengah, Provinsi Lampung dan Sumatera.

Di sisi lain, ia prihatin, bahwa sejauh ini Kabupaten Lampung Tengah masih tertinggal. Kemiskinan, pengangguran, dan kriminalitas masih menghantui Lampung Tengah. Karena itu, menurutnya, Lampung Tengah membutuhkan percepatan pembangunan di berbagai bidang, khususnya di bidang ekonomi, untuk mengatasi kemiskinan, pengangguran, dan kriminalitas.

“Lampung Tengah perlu percepatan pembangunan, khususnya di bidang ekonomi, untuk mengangkat taraf hidup warga kita yang masih miskin, untuk mengatasi pengangguran dan kriminalitas. Insya Allah saya sudah siapkan program unggulan untuk percepatan pembangunan ekonomi Lampung Tengah, yang saya sebut sebagai ‘Lampung Tengah 3G: Go Digital, Go Public, Go Global’,” terang M. Ikhsan.

Ikhsan menjelaskan, program “Lampung Tengah 3G” (baca: Lampung Tengah Triji) yang ia siapkan pada intinya hendak membawa seluruh warga Lampung Tengah untuk bergerak mengambil langkah besar, melakukan perubahan skala besar-besaran untuk mempercepat pembangunan ekonomi dan menyejahterakan masyarakat.

“Generasi milenial kita akan jadi motor penggerak pembangunan Lampung Tengah yang memadukan kekuatan sumber daya alam dan manusia, teknologi digital dan pasar modal. Tiga kekuatan ini akan memempercepat pembangunan ekonomi Lampung Tengah dan menyejahterakan masyarakat Lampung Tengah,” jelas M. Ikhsan.

Ikhsan memaparkan, teknologi digital bukan sekadar website dan aplikasi. Teknologi digital adalah program komprehensif untuk mengatasi masalah keterbatasan jarak, waktu, dan modal, dalam aliran barang dan jasa dari Lampung Tengah ke seluruh Indonesia dan bahkan dunia. Teknologi digital juga alat bagi industri kreatif untuk menciptakan sumber pendapatan baru untuk warga Lampung Tengah. Teknologi digital akan melahirkan ekosistem dan ekonomi digital yang memakmurkan masyarakat Lampung Tengah.

Sedangkan pasar modal, menurutnya, menjadi sumber pembiayaan jangka panjang yang akan berperan besar mengatasi keterbatasan APBD dalam rangka mendanai percepatan pembangunan Lampung Tengah. Dengan membuka akses BUMD Lampung Tengah ke pasar modal dan kemudian go public, maka tidak ada alasan lagi untuk Lampung Tengah menunda program-program  pembangunan atas dalih keterbatasan anggaran biaya pembangunan daerah.

Untuk mengungkap secara terang benderang program unggulannya, “Lampung Tengah 3G”, IndonesianBiography.com mewawancarai M. Ikhsan, berikut intisarinya;

Lamteng Go Digital: Dari Petani Online Hingga Kampung Digital

K

Kita harus sadar bahwa saat ini kita hidup di era digital. Ekonomi di era digital adalah ekonomi yang berbasis pada kreativitas, inovasi dan kolaborasi. Semua menyaksikan dan bahkan merasakan dampaknya, bagaimana revolusi teknologi mengubah secara fundamental seluruh kehidupan masyarakat; cara kita hidup, bekerja dan berinteraksi dengan orang lain.

Semua orang satu sama lain terhubung dalam komunitas global bernama internet dan melakukan berbagai aktifitas sehari-harinya menggunakan internet. Dengan internet, tak ada lagi batas jarak dan waktu. Sekalipun sekarang saya sedang berada di Jakarta, saya bisa “melihat” Lampung Tengah lewat Google Map dan CCTV online, berinteraksi dengan warga Lampung Tengah lewat video call, dan bekerja membangun Lampung Tengah dengan ide-ide kreatif dan inovatif dari jarak jauh.

Apa artinya itu semua? Internet menghadirkan pertukaran informasi dan pengetahuan yang menciptakan nilai untuk kebutuhan manusia. Termasuk nilai ekonomi yang menyejahterakan masyarakat. Internet memudahkan dan memajukan kehidupan warga Lampung Tengah dalam banyak hal dan di hampir semua sisi kehidupan.

Internet menghasilkan uang yang memakmurkan masyarakat dari pertukaran barang dan jasa dari Lampung Tengah ke seluruh Indonesia dan bahkan dunia. Dari produk fisik maupun digital yang diproduksi oleh warga Lampung Tengah, warga Indonesia dan warga dunia. Internet membuka cakrawala alam pikiran warga kampung hingga dapat melihat dan mengambil peluang yang terhampar.

Ada begitu banyak peluang untuk warga Lampung Tengah menghasilkan aliran penghasilan dari internet yang tak terbatas. Jangan kaget kalau orang India membeli produk dari warga Lampung Tengah; bisa aplikasi, konten video, atau paket informasi digital, atau produk pertanian dan bahkan semua produk ciptaan warga kampung. Internet membuat produk kampung menjangkau pasar global.

Bagi anak-anak kita, pemuda-pemudi kita, internet mengatasi kendala keterbatasan jarak dan ketiadaan biaya untuk kuliah. Dengan internet, mereka bisa kuliah jarak-jauh dan tetap dapat meraih sarjana hingga gelar doktor dari kampus terkemuka di Indonesia bahkan dunia kendati mereka tinggal jauh di pelosok kampung.

Bagi warga dan aparat kampung, internet memudahkan pengelolaan dana kampung secara transparan dan bertanggung jawab, yang datanya dapat diakses oleh warga setiap saat, sehingga terhindar dari korupsi dan bisa benar-benar dinikmati oleh masyarakat kampung. Internet juga memungkinkan untuk mewujudkan layanan pemerintahan kampung yang cepat, murah, dan transparan.

Bagaimana itu semua bisa terjadi? Kita mulai dari digitalisasi semua kampung di Lampung Tengah. Kita siapkan infrastruktur internet hingga menjangkau pelosok kampung. Setelah itu, kita bangun ekosistem digitalnya, yakni generasi milenial melek digital yang berkolaborasi dengan aparatur kampung dan warga kampung.

Ekosistem digital ini bukan sekadar tentang menyediakan wifi dan komputer, lebih dari itu membangun jejaring masyarakat kampung yang kreatif, inovatif dan siap berkolaborasi menciptakan perekonomian baru yang menghasilkan aliran pendapatan.

Bisakah itu terjadi? Pasti, karena digitalisasi adalah keniscayaan. Maksudnya, terlepas apakah orang kampung menerima atau menolak, internet terus berkembang dan memperkaya banyak orang. Tinggal warga kampung memilih, mau ikut bergabung menjadi pemain atau diam saja sebagai penonton.

Solusinya adalah kita pakai prinsip kerja orang Jepang; dipaksa, terpaksa, dan terbiasa. Dengan prinsip itu, semua program digitalisasi yang kita canangkan secara terstruktur dan masif, mulai dari petani digital hingga kampung digital di seluruh Lampung Tengah akan terwujud.

  Insya Allah, dengan program Lamteng Go Digital, warga kita di 218 kampung/kelurahan dan 28 kecamatan se-Lampung Tengah menjadi produktif, taraf hidupnya meningkat, semua anak bisa kuliah, kemiskinan terkikis, pengangguran dan kejahatan lambat laun berkurang drastis.

Lamteng Go PublicPasar Modal, Solusi Anggaran Percepatan Pembangunan

UUntuk mempercepat pembangunan Lampung Tengah di segala bidang, khususnya memacu peningkatan produksi pertanian, perkebunan, dan peternakan (agro) yang menjadi tumpuan perekonomian Kabupaten Lampung Tengah, membangun infrastuktur dan sektor riil, serta mengembangkan ekonomi berbasis inovasi dan kreativitas, yang menyediakan lapangan kerja, mendorong produktivitas masyarakat dan memakmurkan warga Lampung Tengah, diperlukan anggaran pembangunan yang sangat besar. APBD Lampung Tengah sebesar 2,5 triliun rupiah tentu tidak cukup. Untuk itu, pasar modal menjadi solusinya.

H. Muhammad Ikhsan bersama ibunda, almh Hj. Raden Ajeng bin Musanif.

Apa itu pasar modal? Bagaimana pasar modal dijadikan sumber pembiayaan pembangunan daerah? Pasar modal secara sederhananya dapat dipahami sebagai pasar terbuka yang memfasilitasi kerjasama antara perusahaan, baik swasta, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), maupun Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan investor dari dalam negeri dan luar negeri.

Pasar modal bertindak sebagai penghubung antara para investor dengan perusahaan ataupun institusi pemerintah melalui perdagangan instrumen jangka panjang seperti obligasi, saham, reksadana dan lain sebagainya. Pasar modal berperan menyediakan aliran dana jangka panjang untuk membiayai pertumbuhan dan perkembangan perusahaan. Termasuk menyediakan dana investasi untuk pembangunan daerah melalui BUMD.

Sebenarnya tak ada alasan tertundanya program-program pembangunan di Lampung Tengah karena keterbatasan APBD. Ada banyak sumber pembiayaan pembangunan di pasar modal. Bahkan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong pemerintah daerah untuk memanfaatkan dana investor pasar modal untuk membiayai program pembangunan daerah.

Perkembangan produk-produk pasar modal saat ini sudah jauh lebih maju dan bisa dimanfaatkan untuk pembiayaan bagi BUMD yang bergerak di sektor riil dan membiayai pembangunan infrastruktur. Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah harus jemput bola dengan mendaftarkan BUMD Lampung Tengah sebagai emiten atau perusahaan terdaftar di bursa, sehingga dapat menerima aliran dana investor dan memanfaatkannya untuk memacu percepatan pembangunan daerah.

Tiga produk pasar modal, yakni Reksa Dana Penyertaan Terbatas (RDPT), Dana Investasi Infrastruktur (DINFRA) dan Obligasi Daerah, sangat tepat sebagai sumber pembiayaan sektor riil dan pembangunan infrastruktur Kabupaten Lampung Tengah. Kelebihannya, produk pasar modal tersebut bisa disesuaikan dengan proyek yang akan dibangun dan memiliki jangka waktu pembiayaan yang cukup panjang.

Adakah pemerintah daerah yang sudah memanfaatkan pasar modal untuk membiayai program pembangunan? Ya, tentu. Terutama pemanfaatan produk pasar modal RDPT untuk proyek-proyek pembangunan daerah.

Menurut data OJK, dalam empat tahun terakhir, sejak 2015 sampai 2018, dana kelolaan RDPT telah meningkat sebanyak 35 persen. Pada akhir 2015 dana kelolaan RDPT hanya Rp 20 triliun. Pada akhir 2018 sudah meningkat menjadi Rp 27 triliun. Contoh sejumlah proyek yang dibiayai dengan dana RDPT adalah pembangunan tiga ruas jalan tol Kanci-Pejagan, Pasuruan-Probolinggo dan Pejagan-Pemalang dengan nilai pendanaan Rp 5 triliun. Di Banten, RDPT membiayai pembangunan Sky Train di Bandara Soekarno-Hatta yang menelan biaya Rp 315 miliar. Kemudian di Sumatera Barat, RDPT membiayai pembangunan rumah sakit dan pusat perbelanjaan Padang Landmark dengan total pendanaan Rp 290 miliar.

Selain itu, sejumlah pemerintah provinsi juga menggunakan dana investor pasar modal untuk mengembangkan BUMD, di antaranya Provinsi Jawa Barat untuk Bank BJB, Provinsi Jawa Timur untuk Bank Jatim, dan Provinsi Banten untuk Bank Banten. Ketiga bank pembangunan daerah itu berkembang pesat setelah menjadi perusahaan terbuka dan mengembangkan bisnisnya dengan menggunakan modal dari investor pasar modal. Sekarang ketiganya berperan penting dalam pembiayaan pembangunan di daerah masing-masing.

Dengan kapitalisasi pasar lebih dari 7000 triliun, Bursa Efek Indonesia (BEI) menawarkan dana investasi yang luar biasa berlimpah untuk membangun perekonomian Indonesia. Karena itu, sangat rugi, jika Pemkab Lampung Tengah tak memanfaatkannya untuk mempercepat pembangunan Bumi Ruwa Jurai yang kita cintai.

Lamteng Go Global: Ketika Warga Lamteng Jadi Warga Dunia

SSetelah kampung-kampung se-Lampung Tengah terhubung dengan internet dan warga kampung aktif memanfaatkannya untuk kegiatan produktif, akan banyak peristiwa “ajaib” yang terjadi.

Sebagai contoh, ketika warga Terbanggi Besar mengakses internet dan berkomunikasi dengan warga asing di Sydney, Australia, yang tertarik dengan Begawi dan Siger yang dilihatnya dari Youtube, dia akan terperangah dan mulai menyadari bahwa dirinya telah menjadi warga dunia (global citizen).

Begitulah yang terjadi sekarang ini. Orang tidak perlu berada di luar negeri atau sering pergi ke luar negeri untuk menjadi warga dunia. Internet memungkinkan hal itu terjadi setiap saat. Semua orang yang terhubung dengan internet dan berkomunikasi lintas benua menggunakan internet pada dasarnya sudah menjadi bagian dari warga dunia.

Dunia sudah berubah. Berkomunitas dengan warga dunia lainnya sekarang sudah menjadi kebutuhan, untuk membangun jejaring pertemanan, mengembangkan pengetahuan, dan bahkan membangun dan mengembangkan bisnis, skala kecil (UKM) dan besar, yang menjangkau pasar lintas negara. Internet menciptakan peluang-peluang baru yang menarik dan memengaruhi individu, perusahaan, bahkan pemerintahan.

Pemimpin Lampung Tengah di masa mendatang harus berinvestasi di sektor digital dan membangun ekonomi digital berbasis inovasi dan kreativitas masyarakat. Ekonomi digital menjanjikan pendapatan tak terbatas yang tersedia untuk memakmurkan masyarakat Lampung Tengah.

Karena itu, untuk mempercepat pembangunan ekonomi Lampung Tengah, kita perlu memanfaatkan teknologi digital secara cerdas dan cermat, namun tetap tidak melupakan jati diri kita; karakter budaya daerah sebagai orang Lampung, budaya bangsa Indonesia dan falsafah negara Indonesia, yakni Pancasila. (ZF)