Riana A. Singgih, The Master of Iyengar Yoga

192
views
Riana A. Singgih, The Master of Iyengar Yoga

Di atas bongkahan batu besar yang terhampar di tepi pantai, tampak sosok perempuan berparas menawan khas Asia mengambil posisi duduk tenang menghadap ke laut. Dengan kaki kanan dibentangkan lurus ke depan, kaki kiri dilipat ke leher bagian belakang hingga menyentuh telinga dan kepala, dan kedua tangan diapit lekat di dada depan, dalam beberapa saat ia menyatu dengan pantai, gunung, burung yang berterbangan, dan laut beserta habitat di dalamnya.

Selintas terlihat jelas, di balik gerakan tubuhnya yang lembut, kemampuan fisiknya bertahan dalam posisi duduk yang tak lazim di atas bongkahan batu besar yang keras dan kasar, dan di waktu yang cukup panjang, menunjukkan kekuatan perempuan itu sungguh luar biasa. Dan dari raut wajahnya yang tenang dalam keheningan pantai, terpancar kedamaian batin dan suka cita.

Yoga by a top level teacher in Indonesia

Perempuan luar biasa itu adalah Riana A. Singgih, The Master of Iyengar Yoga di Asia. Wanita Indonesia pertama yang menjadi Guru Besar Iyengar Yoga, dengan pengaruh luas melintasi batas negara, dari Indonesia, Singapura, hingga China. Sederet prestasi dan kotribusi Riana bagi perkembangan Iyengar Yoga di Asia, antara lain sebagai; Pendiri dan Ketua Iyengar Yoga Indonesia Institute, Pendiri Iyengar Yoga Center Indonesia (IYCI) dan Singapura (IYCS), Ketua Perhimpunan Iyengar Yoga Indonesia, pendiri dan Ketua Iyengar Yoga Association of South East & East Asia (IYASEEA).

Gelar The Master of Iyengar Yoga layak disematkan kepada Riana A. Singgih. Bukan saja karena jam terbang dan kedalaman pengetahuannya tentang Iyengar Yoga, lebih dari itu karena ia telah mendedikasikan hidupnya selama 30 tahun untuk belajar dan mengajarkan yoga bersama Guruji BKS Iyengar dari India, menebarkan belas kasih kepada sesama manusia dan semua mahluk sebagaimana yang diajarkan Guruji BKS Iyengar, serta menebarkan teladan Guruji BKS Iyengar tentang penghormatan kepada kehidupan.

Teladan belas kasih dan penghormatannya terhadap kehidupan mendorong Riana  mendirikan Yayasan Riana A. Singgih, sebuah yayasan sosial untuk mendanai berbagai kegiatan amal dengan sumber dana berasal dari kegiatan yoga.

 

Jatuh Cinta pada Iyengar Yoga

Kisah persentuhan Riana A. Singgih dengan Iyengar Yoga sungguh menarik dan inspiratif. Lahir dari keluarga pedagang di Jakarta, sejak kecil Riana telah menunjukkan minatnya pada tarian atau seni gerakan tubuh yang berakar pada filosofi dan budaya timur.

Riana A. Singgih bersama Guruji BKS Iyengar.

Kedua orang tuanya sengaja mengirim Riana ke sekolah di Singapura untuk mendalami bahasa mandarin. Selepas itu, ia kemudian melanjutkan studi di Amerika Serikat, mengambil gelar Bachelor dan Master of Science di University of San Francisco, California, yang menempa dirinya dalam etika kerja dan disiplin barat.

Ketika berada di AS inilah untuk pertama kalinya Riana tertarik mempelajari yoga. Ia mengikuti kelas yoga di Iyengar Yoga Institute of San Francisco pada tahun 1987. Ia begitu menikmati kelas yoga yang diikutinya, sampai pada tahap merasakan suka cita yang begitu luar biasa. Menyadari besarnya manfaat Iyengar Yoga bagi kehidupannya, Riana kian bersemangat untuk berlatih dan meningkatkan pemahaman.

Iyengar Yoga adalah bentuk klasik yoga Hatha yang dikembangkan oleh tokoh legenda yoga dari Pune, India; Guruji BKS Iyengar. Yoga Hatha pada dasarnya berarti yoga melalui gerakan fisik, melibatkan asanas (postur yoga) dan pranayama (teknik pernapasan). Intinya menekankan pengembangan kekuatan, stamina, fleksibilitas dan keseimbangan, serta konsentrasi dan meditasi. Melalui praktik sistem asanas, Iyengar Yoga menyatukan tubuh, pikiran dan jiwa untuk kesehatan dan kesejahteraan.

Selama puluhan tahun sejak dikembangkan BKS Iyengar, penerapan disiplin Iyengar Yoga dalam kehidupan banyak orang telah berkontribusi meringankan tekanan dari kehidupan modern, serta membantu meningkatkan kesejahteraan materi dan spiritual.

Salah satu aspek unik yoga Iyengar adalah penggunaan alat peraga seperti selimut yoga, balok, tali pengikat dan guling. Alat peraga ini digunakan untuk membantu siswa mencapai keselarasan ideal.

Pengalaman batin mengikuti kelas Yoga di San Francisco mendorong Riana untuk menemui gurunya BKS Iyengar di Pune, India. Pada awal tahun 1990, Riana gadis berusia 20 tahun, akhirnya memutuskan pergi ke Pune untuk belajar Iyengar Yoga kepada Guruji BKS Iyengar. “Semangat yang baru ditemukan tersulut. Percikan keilahian membawa seluruh hidupku ke arah yang baru, dan sejak saat itu aku tidak pernah melihat ke belakang,” tutur Riana.

Pada akhir tahun 1990, Riana kembali ke Jakarta dan mulai merintis pengembangan Iyengar Yoga di Indonesia dengan mendirikan pusat pelatihan Iyengar Yoga Center Indonesia. Sejak tahun 1990-an hingga sang guru tutup usia pada Agustus 2014, Riana kerap bepergian ke Pune, India, untuk mendalami Iyengar Yoga langsung dari gurunya BKS Iyengar.

Riana begitu intensif berinteraksi dengan gurunya, sampai meraih pencerahan dari sang guru tentang bagaimana Iyengar Yoga berkontribusi pada kehidupan umat manusia yang damai dan penuh cinta kasih. Perjalanan Riana mendalami yoga dari sang guru, membentuk pribadinya yang penuh kasih dengan energi tak terbatas untuk membantu orang lain melalui Yoga.

“Sebagai siswa sekaligus guru, mendapat kehormatan belajar dengan banyak guru hebat, terutama Guruji BKS Iyengar, membuatku terus bertumbuh dan memantik gairah yang berlanjut untuk mengajarkan Iyengar Yoga kepada sebanyak mungkin orang,” ujar Riana, berapi-api menceritakan kembali pengalamannya.

Di bawah bimbingan Guruji BKS Iyengar, Riana menjadi guru Iyengar Yoga paling senior di Asia yang mengajar lokakarya dan kelas, serta melatih banyak guru di seluruh dunia. Dengan pengalaman tiga dekade belajar dan mengajarkan Iyengar Yoga, digenapi dengan kepribadiannya yang hangat, peduli, dan tulus, Riana menjadi guru yoga favorit bagi banyak orang. Murid-muridnya merasakan empati dan kasih sayang Riana dalam mengajar.

Tiga tahun sebelum BKS Iyengar wafat, tepatnya pada Juni 2011, Riana mendapat kehormatan sebagai salahseorang dari 10 murid terpilih untuk mendampingi sang guru dalam perjalanan terakhirnya ke benua terakhir yang belum pernah disinggahi Iyengar Yoga, yakni China. Itulah momen puncak yoga terbesar yang dihadiri lebih dari 1.300 orang dari China dan seluruh dunia.

Iyengar Yoga saat ini telah diikuti oleh banyak orang di lebih dari 72 negara di dunia. Riana dan para guru di Iyengar Yoga Center Indonesia dan Singapura mengikuti standar tinggi yang sama untuk guru Iyengar di seluruh dunia, karena semua guru Iyengar diwajibkan mengikuti program pelatihan dan sertifikasi standar internasional.

 

Dari Yoga untuk Kehidupan

P

endekatan Riana A. Singgih dalam mengajarkan yoga terbilang unik. Dengan kepribadian yang humoris, ia membuat orang-orang yang berlatih padanya merasakan kesenangan, kepuasan, dan kaya pengalaman batin. Bagi Riana, mengajarkan yoga adalah caranya berbagi inspirasi kepada orang lain untuk menjalani kehidupan secara penuh dan optimal, sama seperti mempelajari yoga asanas mendorong seseorang untuk melangkah lebih jauh dari batas-batas yang kerap diciptakan diri sendiri.

Bersama Guruji BKS Iyengar, berbagi kisah dan pengalaman di forum internasional.

Pengalaman hidup Riana, melahirkan dan membesarkan lima anak membuatnya menghormati kepribadian setiap orang serta perjuangan yang dihadapi oleh orang-orang dalam hidup. Ia meyakini dan telah membuktikan, latihan Iyengar Yoga secara rutin sangat besar manfaatnya untuk memperbaiki tubuh fisik dan mental.

Pemahaman mendalam tentang yoga asanas memungkinkan Riana mengembangkan metode paling sederhana dan paling praktis untuk menggunakan pose yoga, mengakses lapisan terdalam tubuh untuk bertindak sebagai terapi penyembuhan diri.

Dalam mengajar dan melatih Iyenar Yoga, Riana sangat mengutamakan kesempurnaan. Ia menerapkan antusiasme di kelas melalui metode pengajaran langsung, yang fokus dan praktis: mendorong peserta untuk berkembang dengan kecerdasan, keberanian dan belas kasih.