Rudi Pranata Tjoa dan Yayasan Runata: Mencetak Entrepreneur Berkelas, Menjemput Indonesia Emas

0
333
views

Pendidikan adalah jalan panjang yang ditempuh sebuah bangsa yang menghadapi tantangan untuk membangun identitas, karakter, dan martabatnya. Dengan kerja keras, terampil dan produktif, kita harus memastikan bahwa hidup kita hari ini lebih baik dari hari kemarin. Dan, hari esok lebih baik dari hari ini.” ~ Presiden Joko Widodo

Semua orang berakal sehat sepakat bahwa pengetahuan adalah bekal terbaik untuk perjalanan hidup, untuk memastikan perubahan positif dalam hidup, untuk menjemput dan mewujudkan impian. Karena itu, semua upaya mendidik dan menempa generasi muda Indonesia untuk menjadi pemuda terampil dan produktif, untuk menjadi pengusaha yang melahirkan banyak karya, adalah langkah kerja yang mulia.

Itulah yang dilakukan Rudi Pranata Tjoa, pengusaha muda Indonesia di bidang properti dan air mineral. Didorong kecintaannya pada dunia pendidikan, Rudi membawa bendera Yayasan Runata dan Nata Center yang bergerak di bidang pendidikan dan pelatihan kerja – keliling Nusantara, berkunjung ke daerah-daerah untuk menjalinkan kolaborasi dengan pemerintah daerah dan dunia usaha, untuk mendidik dan menempa entrepreneur Indonesia, untuk memacu pembangunan Indonesia dan mewujudkan misi Indonesia Emas 2045.

“Kami banyak berkunjung ke daerah untuk membangun kolaborasi dengan pemerintah daerah dan swasta. Kolaborasi sesama para pemangku kepentingan dalam pembangunan sangat penting untuk memajukan daerah. Khususnya di daerah yang masih tertinggal. Kita perlu mencetak lebih banyak generasi muda Indonesia yang terampil dan produktif, agar siap berkompetisi di dunia kerja dan menjadi pengusaha. Tanpa keberadaan SDM terampil dan produktif, pembangunan daerah yang semarak pasca otonomi akan sia-sia” tutur Rudi.

Lewat Lembaga Pelatihan Kerja Nata Center of Tourism and Creative Education (Nata Center) yang dikelola dan dikembangkan Yayasan Runata, Rudi menyiapkan generasi muda untuk memajukan industri pariwisata dan kreatif Indonesia, baik sebagai profesional maupun entrepreneur. Khususnya di bidang industri kreatif yang menemukan momentumnya justru di masa pandemi Covid-19.

Berdasarkan data Focus Economy Outlook 2020, ekonomi kreatif justru menyumbang sebesar Rp 1.100 triliun terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia sepanjang tahun 2020. Fakta ini menjadi bukti sektor ekonomi kreatif Indonesia tumbuh pesat di tengah wabah corona.

Menangkap peluang tersebut, Yayasan Runata menjali kerjasama dengan Yayasan Sahid Jaya untuk menggelar pendidikan Pascasarjana Magister Manajemen dan Magister Ilmu Komunikasi.  Pendaftaran program magister tersebut langsung dibuka untuk Tahun Ajaran 2021/2022 menyusul penandatanganan Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Yayasan Runata dan Yayasan Sahid Jaya di Universitas Sahid (Usahid) Jakarta Kampus Roxy, Grogol, Jakarta, Selasa (22/12/2020).

“Dunia sedang mengalami perubahan besar. Model bisnis lama yang bergantung pada waktu dan tempat sudah berakhir. Kita sering menyaksikan aset teknologi nilainya melampaui aset properti. Artinya semua orang bisa membangun bisnis global lewat internet. Namun untuk menjadi sukses merebut pasar global dibutuhkan kompetensi dan wawasan internasional. Masa pandemi adalah kesempatan untuk berinvestasi di bidang pendidikan bagi generasi muda untuk menjadi pengusaha. Program Magister Usahid siap mencetak entrepreneur Indonesia untuk berkompetisi di panggung global,” jelas Rudi Pranata Tjoa.

Rudi mengungkapkan, Program Pascasarjana Magister Manajemen dan Magister Ilmu Komunikasi Usahid Kampus Roxy menitikberatkan pada kuliah kewirausahaan sehingga para alumni Pascasarajana Usahid memiliki kompetensi dan keahlian bisnis. Tujuannya untuk mencetak pengusaha-pengusaha baru yang menguasai manajemen bisnis digital. Proses pembelajaran interaktif di Usahid menggunakan sistem blended learning, di mana pembelajaran berlangsung dalam dua pilihan, tatap muka secara virtual atau online di masa pandemi Covid-19 dan tatap muka langsung (face to face) jika negara sudah terbebas dari Covid-19 dan aktifitas belajar-mengajar dapat dilangsungkan secara normal.